Masyarakat Pulau Tidung Mengalami Pergeseran Mata Pencarian ke Wisata

Peralihan fungsi dasar suatu daerah pasti berdampak besar pada pergeseran perilaku sosial masyarakat, salah satunya adalah pergeseran mata pencarian masyarakat. Kasus seperti ini dialami oleh pulau tidung semenjak beralih fungsi menjadi daerah wisata.

Pulau memiliki penduduk sekitar 4.250 jiwa. Pada awalnya masyarakat sekitar memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan serta petani rumput laut. Pulau tidung terdiri dari dua pulau, yaitu pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Pulau tidung kecil tidak berpenghuni, sedangkan pulau tidung besar dihuni oleh ratusan kepala keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Tentu tidak mengherankan banyak ikan kerapu milik nelayan yang terdapat di pulau tidung besar, tapi sejak tahun 2009 terjadi pergeseran mata pencaharian menjadi pariwisata.

Rumah-rumah warga sebagian besar di pulau tidung mulai disewakan untuk penginapan bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke pulau tersebut. Banyak juga masyrakat setempat yang memiliki usaha persewaan sepeda karena satu-satunya jalan untuk berkeliling pulau tersebut dengan menggunakan sepeda, sepeda motor, atau bcak motor. Pulau tidung tidak memiliki jalan-jalan besar yang mampu dilewati mobil, karena itulah udara di Pulau Tidung sangat bersih jauh dari polusi udara. Kesegaran udara didampingi pemandangan yang asri adalah hidangan gratis dari pulau tidung untuk wisatawan.

Pada jalan ke arah jembatan cinta, akan banyak dijumpai tempat-tempat makan yang berbentuk warung kecil dikelola oleh masyarakat setempat. Ada juga beberapa tempat barbeque yang buka saat hari mulai beranjak sore. Pada sekitaran jembatan cinta, banyak rumah warga atau lapak-lapak yang menawarkan jasa fasilitas wisata seperti snorkeling, banana boat, dll.

Jika anda ingin berwisata ke pulau tidung, kami sarankan anda menggunakan jasa wisata dari Panoramapulauidung. Mengapa? karena sudah diuji pelayanannya.

Leave a Reply