Masjid di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat

Masjid di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat

Masjid di Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatera Barat

Perjalanan saya bersama keluarga sampai pada Kabupaten Kepulauan Mentawai disana kami bertemu dengan banyak orang terutama dengan suku yang mayoritas menghuni di daerah itu. Suku itu adalah Suku Mentawai keberadaannya yang sangat indah sekali membuat kita merasa senang disana. Seperti yang diketahui  kita ber sepeluh memang dalam rangka ekspedesi kepada pulau pulau yang ada di Indonesia terutama di daerah kepulauan yang ada di Sumatera. Kami sangat senang sekali bisa berada di sana karena sudah tidak akan mungkin lagi kita akan kembali kesana jika tidak di manfaatkan dengan berbagai kegiatan lainnya. Kepulauan ini terdiri dari 10 Kecamatan 43 desa dan 202 dusun. Kami harus mencari Masjid lebih dahulu untuk salat karena sudah dari perjalanan sebelumnya kita belum sekali salat amakanya kita jamak sekalian. Ada penjual es yang juga sangat kita senangi disana karena ada es degan yang di jual disekitar Masjid itu.

Kami sangat senang sekali mungkin ini yang pertama kami berjumpa dengan pulau yang sangat indah sekali dengan panoram nya yang tidak akan mungkin bisa kita lupakan tanpa adanya sebuah langkah besar yang mengiringi kita. Kita masih saja bercerita di Masjid itu karena mengingat waktu sudah mulai gelap kita putuskan untuk mencari peristirahatan saja disana karena mungkin sudah semuanya tidak akan mungkin tidak jauh dari Masjid itu karena sudah semestinya kita segera mencari sebuah langkah yang besar lainnya untuk menemukan sesuatu yang akan kita lakukan nantinya. Dari kejahuan kita sudah bisa melihat omnbak yang sangat indah dari kejauhan karenanya kita tidak akan mungkin meninggalkan tempat lainnya mungkin bukan inilah langkah yang tidak akan bisa kita lalui untuk menemukan itu.

Sunarto dengan beraninya dia melihat kejahuan dengan adanya es degan masih dibawa oleh tangannya dia tidak akan mungkin melepaskannya karena inilah yang terakhir kalinya untuk mewujudkan mimpi yang tertunda nantinya. Semuanya harus nya tidak bisa lagi menjadi mimipi mimpi saja meski semuanya tanpa sebuah langkah besar yang akan nantinya bisa kita temukan. Yang kita takutkan jika waktu malam sudah datang kita akan bertemu dengan hewan hewan yang memang terkenal masih liar disana seperti Beruk, Monyet ekor babi maupun siamang yang memang semuanya Satwa Endwmik daerah Mentawai. Beruntung memang meski kita bukan asli suku mentawai tapi kedatangan kami disambut baik oleh masyarakat Mentawai mereka justru memberikan tempat tinggalnya kepada kami dan mereka rela untuk tidur di luar rumah atau di depan lainnya hanya karenanya mungkin sebuah langkah besar ini tidak akan mungkin bisa terlampau nantinya. Jadi harus kita manfaaatkan nantinya.

Leave a Reply